10 Efek Samping Obat Peninggi Badan untuk Kesehatan Tubuh Anda

Memiliki tubuh yang ideal dengan berat badan dan tinggi badan yang seimbang tentu akan membuat Anda merasa sangat senang. Dan sekarang banyak sekali jenis obat peninggi badan yang dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dokter. Terkadang obat ini dijual bebas hanya berdasarkan pengalaman dari orang yang pernah meminumnya. Tapi masalah muncul ketika ternyata obat tidak bekerja dengan baik dan efeknya bahkan bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Banyak orang yang mengatakan bahwa obat peninggi badan sama sekali tidak menyebabkan efek samping. Namun hal ini ternyata tidak terbukti. Obat peninggi badan yang dijual secara ilegal sering dicampur dengan berbagai bahan kimia tanpa mempertimbangkan faktor keamanan. Berikut ini adalah beberapa efek samping obat peninggi badan.

  1. Gangguan Pernafasan

Salah satu efek yang paling sering dirasakan karena tidak cocok menggunakan obat peninggi badan adalah gangguan sesak nafas. Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh menolak semua bahan yang ada pada obat. Tanda awal dari masalah ini adalah batuk yang tidak disertai gejala, tidak saat sedang flu dan tidak pernah memiliki riwayat dengan kesehatan paru-paru. Meskipun beberapa obat peninggi badan mengatakan jika efek ini adalah pertanda bahwa obat sedang bekerja maka bisa saja ini juga reaksi alergi dan awal masalah gangguan kesehatan. Terlebih bagi Anda yang menderita asma, maka efek samping ini harus diperhatikan. Jadi lebih baik jika Anda juga tetap menemui dokter.

  1. Demam

Dorongan hormon pertumbuhan yang bekerja pada obat peninggi badan sering menyebabkan tubuh menggigil dan demam. Namun kondisi ini juga sering dikatakan sebagai efek samping yang tidak serius. Tapi hal yang paling ditakuti adalah ketika demam menjadi salah satu reaksi dari peradangan yang terjadi pada beberapa organ tubuh termasuk kondisi kelebihan kalsium dari obat peninggi badan. Reaksi efek samping ini bisa diamati jika selama dua hari berturut-turut demam tidak turun dan selalu naik turun maka Anda harus mendapatkan pengawasan dokter.

  1. Reaksi Alergi

Reaksi alergi karena minum sebuah obat sebenarnya merupakan jenis efek samping yang sangat umum. Dan reaksi ini juga ditemukan untuk orang yang minum obat peninggi badan berlebihan. Gejala yang bisa dikenali dari alergi adalah ruam, gatal berat pada semua bagian tubuh termasuk di dekat persendian, bibir bengkak, ruam di kulit wajah dan kulit yang sangat sensitif terhadap sentuhan maupun goresan benda tumpul. Reaksi ini bisa sembuh sendiri selama beberapa hari atau bertambah parah. Namun jika sudah mengganggu kesehatan tubuh maka sebaiknya Anda segera menemui dokter.

  1. Gangguan Pencernaan

Efek samping yang cukup berat dari obat peninggi badan adalah gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan bisa terjadi karena reaksi pencernaan terhadap senyawa dalam obat tersebut atau reaksi tubuh tidak bisa menerima berbagai bahan dari obat. Gangguan yang paling sering terjadi adalah mual, muntah dan diare. Bahkan jika tetap dikonsumsi maka obat peninggi badan bisa menyebabkan diare akut sehingga membutuhkan perawatan khusus. Selain itu kenali juga jika diare, mual dan muntah merupakan reaksi dari alergi yang berkelanjutan.

  1. Sakit Sendi dan Tulang

Rasa sakit pada bagian persendian tubuh menjadi reaksi yang paling sering terjadi pada orang yang minum obat peninggi badan. Reaksi ini bisa terjadi karena obat peninggi badan yang merangsang hormon pertumbuhan menyebabkan rasa sensitif yang akan menyerang tulang. Bahkan karena rasa tidak nyaman ini maka Anda bisa merasa sakit ketika bagian tulang tertentu disentuh atau dipegang. Namun perhatikan juga jika kondisinya terus berlangsung karena bisa menjadi indikasi ada masalah tulang yang serius seperti tulang yang rapuh dan tubuh kurang kalsium.

  1. Gangguan Ginjal

Kandungan berbagai jenis senyawa dan bahan kimia yang terdapat pada obat peninggi badan juga bisa menyebabkan reaksi yang cukup berat untuk ginjal. Ginjal menjadi organ penyaring bersama dengan hati agar semua racun dalam tubuh keluar, termasuk racun dari obat peninggi badan. Kondisi ini bisa membuat ginjal menjadi tidak bekerja dengan baik, bahkan bagian ginjal akan terus melemah. Jika tidak segera dihentikan maka kondisi ginjal menjadi lebih parah seperti gagal ginjal dan komplikasi penyakit lain.

  1. Depresi

Dampak lain dari menggunakan obat peninggi badan adalah depresi yang disebabkan karena tubuh menjadi tidak nyaman. Kondisi kesehatan yang menurun terus terjadi sehingga menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah. Depresi yang komplek bisa menyebabkan masalah kesehatan yang sangat berat. Namun jika diperhatikan dengan gejala awal seperti mual, muntah dan denyut jantung yang tidak teratur maka sebenarnya depresi bisa dihindari. Efek samping ini bisa berlangsung dalam waktu singkat atau bisa saja lebih lama.

  1. Gangguan Metabolisme Tubuh

Sistem metabolisme ikut mengalami perubahan ketika Anda mengkonsumsi obat peninggi badan. Hormon dan enzim dalam tubuh bisa terpengaruh dari tubuh. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan metabolisme yang cukup berat seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan pertumbuhan tulang. Namun efek ini bisa terjadi atau tidak terjadi tergantung dari kondisi genetis, riwayat kesehatan dan kesehatan tubuh.

  1. Resiko Stroke dan Jantung

Kondisi jantung saat mengkonsumsi obat peninggi badan secara terus menerus juga bisa mengalami masalah. Jantung mungkin tidak akan kuat akibat obat dan senyawa yang terus berpengaruh untuk sistem tekanan darah, pembuluh darah dan fungsi jantung. Bahkan dampaknya akan lebih parah untuk orang yang sudah pernah menderita penyakit jantung. Fungsi syaraf juga akan mengalami gangguan karena efek obat yang terus merangsang pertumbuhan dengan cepat. Jadi resiko seperti stroke dan penyakit jantung bisa terjadi kapan saja.

  1. Osteoporosis

Ketika tubuh Anda menerima banyak kalsium dari obat peninggi badan maka ada efek samping yang akan muncul dalam jangka panjang. Tubuh Anda mungkin akan mengalami osteoporosis ketika sudah masuk ke usia lebih dari 40 tahun. Hal ini disebabkan karena obat peninggi badan memberikan Anda kalsium dalam jumlah yang besar.

Waspadalah dengan obat-obat peninggi badan yang banyak dijual di internet sekarang, bisa jadi Anda adalah korban berikutnya, eLeMeN bukanlah obat peninggi badan.

9 Akibat Kelebihan Kalsium dalam Tubuh Manusia

Kalsium merupakan salah satu jenis mineral  yang memegang peranan dan fungsi yang sangat penting bagi tubuh seperti tulang dan gigi. Penggunaan kalsium juga sangat dibutuhkan dalam sistem saraf, jantung, serta sangat dibutuhkan dalam proses pembekuan darah. Jenis mineral ini bisa kita temukan dalam makanan yang mengandung kalsium dalam berbagai produk sayuran dan buah-buahan seperti susu, jeruk, brokoli, ikan, kedelai, dan masih banyak lagi. Kekurangan kalsium dalam tubuh bisa mengakibatkan berbagai jenis penyakit seperti Osteoporosis, Rakhitis, Sindrom Pramenstrusi (PMS), Osteomalacia, gangguan pencernaan dan masih banyak lagi. Namun tahukah Anda apa akibat kelebihan kalsium dalam tubuh?

Gejala Kelebihan Kalsium

Sebelum membahas tentang efek kelebihan  kalsium ini, ada baiknya jika kita mengetahui ciri-ciri atau gejala kelebihan kalsium  dalam tubuh, diantaranya adalah :

  • Tubuh mudah mengalami kelelahan
  • Tubuh terasa lemah
  • Mual, muntah
  • Gangguan sembelit
  • Timbulnya rasa sakit di perut
  • Peningkatan frekuensi sering buang air kecil
  • Peningkatan rasa haus

Dalam dunia medis, kalsium digunakan untuk mengobati dan juga mencegah berbagai macam kondisi dimana tubuh memiliki tingkat kalsium yang cukup rendah, dimana mineral ini dapat berinteraksi dengan berbagai jenis obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Pada beberapa kasus, menggunakan kalsium dalam pengobatan baik itu secara oral maupun intravena dirasa cukup aman, akan tetapi penggunaan kalsium yang berlebihan sangatlah tidak aman, terutama pada anak-anak maupun orang dewasa. Mineral ini dapat menimbulkan efek samping seperti sering bersendawa dan kelebihan gas dalam tubuh.

Batas Aman  Kalsium Dalam Tubuh

Untuk menghindari dampak buruk yang bisa terjadi  akibat lelebihan kalsium dalam tubuh, maka The Institute of Medicine telah menetapkan tingkat asupan kalsium harian berdasarkan kelompok usia, diantaranya adalah:

  • Untuk balita yang berusia 0 hingga 6 bulan, dosis penggunaan kalsium adalah 1000 mg.
  • Untuk balita dengan usia 6 hingga 12 bulan, dosis penggunaan kalsium adalah 1500 mg.
  • Untuk anak-anak dengan usia 1 hingga 3 tahun, dosis penggunaan kalsium adalah 2500 mg.
  • Untuk anak-anak usia 9 hingga 18 tahun, dosis penggunaan kalsium adalah 3000 mg.
  • Untuk orang dewasa yang berusia sekitar 19 hingga 50 tahun, dosis penggunaan kalsium yang dianjurkan adalah 2500 mg.
  • Dan untuk orang-orang yang berusia di atas 51 tahun, dosis penggunaan kalsium adalah sekitar 2000 mg.

Penggunaan kalsium dengan dosis yang lebih tinggi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping yang lebih serius seperti:

1. Serangan jantung

Hasil dari beberapa penelitian  yang terbaru telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang melebihi dosis harian yang direkomendasikan dapat meningkatkan kemungkinan resiko serangan jantung. Kadar kalsium yang berlebihan dalam tubuh dapat mengakibatkan penyumbatan pada arteri yang disebabkan oleh akumulasi kalsium dengan plak yang menempel pada dinding arteri yang pada akhirnya akan mengakibatkan serangan penyakit jantung maupun stroke. Dan beberapa bukti telah menunjukkan bahwa pemberian kalsium pada pasien selama terjadi serangan jantung tidak dapat memberikan efek pengobatan apapun, malahan dapat memperburuk keadaan.

Banyak para ahli kesehatan menganjurkan untuk menghindari kelebihan kalsium  dalam tubuh, seperti saat serangan jantung. Maka sebaiknya menghindari penggunaan kalsium bersamaan dengan beberapa jenis antibiotik seperti Verapamil (Calan, Covera, Isoptin, Verelan), Diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac) dan juga Digoxin (Lanoxin) yang biasa digunakan untuk membantu denyut jantung agar berdetak lebih kuat. Serangan jantung juga bisa  dipicu oleh hal berikut ini :

  • Kopi
  • Durian
  • Obat analgesik

2. Gangguan ginjal dan kencing batu empedu

Mengkonsumsi suplemen yang mengandung kalsium secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko kadar kalsium yang berlebih dalam darah seseorang. Hal ini sangat tidak baik, terutama bagi orang-orang yang memiliki fungsi ginjal yang buruk. Penggunaan kalsium yang bersamaan dengan beberapa jenis antibiotik seperti Ceftriaxone (Rocephin) dapat mengakibatkan kematian yang dikarenakan kerusakan pada organ paru-paru dan ginjal. Sebaiknya kalsium diberikan 48 jam setelah pemberian antibiotik tersebut secara intravena.

3. Arthritis

Kelebihan kadar kalsium dalam tubuh dapat mempromosikan peningkatan resiko arthritis, yaitu peradagan pada daerah persendian yang disertai dengan rasa sakit, pembengkakan, sendi terasa kaku, serta keterbatasan gerak tubuh. Seseorang yang memiliki kadar kalsium yang tinggi dalam tubuhnya berarti ia memiliki gangguan kekurangan kalsium dalam tubuhnya. Gangguan Arthritis bisa disebabkan oleh kedua hal tersebut, baik pada saat tubuh kekurangan maupun kelebihan kalsium sebagai akibat demineralisasi.

4. Menghambat regenerasi sel

Sebagaimana kita ketahui bahwa kalsium dapat membantu proses regenerasi sel, terutama pada tulang. Namun, pada saat tubuh kelebihan kadar kalsium, hal itu justru akan dapat menghambat proses penyerapan beberapa enzim serta kebutuhan nutrisi manusia yang sangat diperlukan dalam proses regenerasi sel tersebut.

5. Anemia

Kelebihan kalsium dalam tubuh dapat mengakibatkan gangguan anemia. Kemungkinan besar hal ini dikarenakan pada saat tubuh memiliki jumlah kalsium yang berlebih, akan menghambat penyerapan makanan yang mengandung zat besi dalam darah. Dimana kita tahu bahwa zat besi sangat penting dalam proses pembentukan sel-sel darah merah. Kekurangan zat besi dalam darah dapat menimbulkan gangguan tekanan darah rendah atau anemia. Anemia ini juga bisa terjadi karena :

  • Minum teh
  • Akibat begadang malam
  • Efek samping allopurinol

6. Mengurangi efektifitas berbagai jenis obat dan antibiotik

Mengkonsumsi kalsium secara bersamaan dengan beberapa antibiotik dapat mengganggu tubuh dalam menyerap obat-obatan atau antibiotik tersebut yaitu dengan mengganggu efektivitas dari obat atau antibiotik itu sendiri. Untuk menghindari terjadinya interaksi tersebut, maka sangat disarankan untuk menghindari penggunaan kalsium setidaknya 1 jam setelah mengambil atau mengkonsumsi antibiotik.

7. Tubuh kekurangan mineral penting

Dalam buku yang telah ditulisnya, Dr. Robert Thompson menyatakan bahwa pada saat tubuh memiliki kadar kalsium yang berlebih, hal itu justru akan mengganggu proses penyerapan mineral-mineral penting lainnya seperti magnesium, mangaan, zat besi, serta beberapa mineral penting lainnya. Ketidakseimbangan jumlah mineral dalam tubuh dapat meningkatkan resiko berbagai jenis penyakit mematikan seperti :

  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Gagal ginjal
  • Hipoteroidisme
  • Batu empedu
  • dan masih banyak penyakit berbahaya lainnya.

8. Mengganggu penyerapan vitamin K

Vitamin K memiliki fungsi yang cukup penting dalam tubuh manusia, yaitu untuk mengaktifkan hormon protein (Osteocalcin) yang diproduksi oleh osteoblas ke dalam tulang, dimana protein tersebut nantinya akan membantu mencegah terjadinya penumpukan kalsium dalam arteri. Dan pada saat kadar kalsium dalam tubuh mengalami kelebihan, penyerapan vitamin tersebut akan terganggu dan nantinya penumpukan kalsium dalam arteri tak dapat terhindarkan dan hal itu akan lebih berbahaya.

9. Mengganggu keseimbangan hormon

Akibat kelebihan kalsium dalam tubuh juga dapat menyebabkan terganggunya keseimbangan hormon dalam tubuh. Hal ini sangatlah penting, terutama bagi wanita yang sedang mengalami masa menopause dimana ia harus selalu menjaga agar hormon dalam tubuhnya selalu seimbang. Pada saat tubuh mengalami deposit kadar kalsium, hal itu secara perlahan-lahan akan terakumulasi bersama plak dalam dinding arteri yang pada akhirnya akan menimbulkan dampak yang lebih berbahaya bagi kesehatan. Gangguan keseimbangan hormon ini bisa berakibat pada:

  • Osteoporosis
  • Amandel
  • Darah rendah

Pada dasarnya setiap mineral yang diambil secara berlebihan akan menyebabkan ketidakseimbangan mineral yang lainnya. Begitu juga dengan kalsium yang merupakan jenis mineral yang diperlukan tidak hanya untuk kesehatan tulang, tetapi juga untuk mengatur detak jantung, melakukan impuls saraf, pembekuan darah, serta untuk membantu merangsang sekresi hormon. Untuk itu, sudah selayaknyalah jika kita selalu menjaga agar kadar mineral-mineral penting tersebut selalu seimbang, agar kita dapat terhindar dari dampak buruknya  pada tubuh.